Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Papan tanda desa yang menggambarkan dua anak-anak berkulit hijau, dipancangkan tahun 1977.[1]
Anak-anak berkulit hijau dikisahkan muncul di Woolpit di Suffolk, Inggris, sekitar abad ke-12, kemungkinan selama masa pemerintahan Raja Stephen.
Anak-anak tersebut, laki-laki dan perempuan, secara umum berpenampilan
biasa kecuali kulitnya yang berwarna hijau. Mereka berbicara dalam
bahasa yang tidak diketahui, dan hanya mau memakan kacang hijau.
Akhirnya mereka belajar makan makanan lainnya dan warna hijau kulit
mereka memudar, namun si anak lelaki menjadi sakit-sakitan dan meninggal
tak lama setelah mereka dibaptis. Anak yang perempuan memulai hidup barunya, tetapi ia dianggap "agak bebas dan serampangan dalam bertingkah."[2]
Setelah ia belajar berbahasa Inggris, si anak perempuan menjelaskan
bahwa ia dan saudaranya berasal dari Negeri St Martin, dunia bawah tanah
yang penghuninya berwarna hijau.
Catatan agak kontemporer hanya terkandung dalam Chronicum Anglicanum karya Ralph dari Coggeshall dan Historia rerum Anglicarum karya William dari Newburgh,
masing-masing ditulis sekitar tahun 1189 dan 1220. Antara masa itu dan
penemuan kembali kisah itu pada pertengahan abad ke-19, anak-anak
berkulit hijau tampaknya hanya muncul dalam karya Uskup Francis Godwin, The Man in the Moone, yang menceritakan catatan William dari Newburgh.[3]
Dua pendekatan telah mendominasi penjelasan tentang kisah anak-anak
hijau: bahwa itu adalah cerita rakyat yang menggambarkan perjumpaan
khayalan dengan penghuni dari dunia lain, kemungkinan dari bawah tanah
atau bahkan kehidupan dari luar angkasa, atau itu merupakan kisah
peristiwa sejarah yang diputarbalikkan. Kisah itu diakui sebagai kisah
fantasi ideal oleh penyair anarkis dan kritikus Herbert Read dalam English Prose Style karyanya, diterbitkan tahun 1931. Kisah itu memberi inspirasi dalam satu-satunya novel karyanya, The Green Child, ditulis tahun 1934.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar