WANTED

Selasa, 26 Juni 2012

Ip Man

Minggu, 24 Juni 2012

Efek kupu-kupu


Efek kupu-kupu (bahasa Inggris: Butterfly effect) adalah istilah dalam "Teori Chaos" (Chaos Theory) yang berhubungan dengan "ketergantungan yang peka terhadap kondisi awal" (sensitive dependence on initial conditions), dimana perubahan kecil pada satu tempat dalam suatu sistem non-linear dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan kemudian. Istilah yang pertama kali dipakai oleh Edward Norton Lorenz ini merujuk pada sebuah pemikiran bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil secara teori dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Fenomena ini juga dikenal sebagai sistem yang ketergantungannya sangat peka terhadap kondisi awal. Perubahan yang hanya sedikit pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis kelakuan sistem pada jangka panjang. Jika suatu sistem dimulai dengan kondisi awal misalnya 2, maka hasil akhir dari sistem yang sama akan jauh berbeda jika dimulai dengan 2,000001 di mana 0,000001 sangat kecil sekali dan wajar untuk diabaikan. Dengan kata lain: kesalahan yang sangat kecil akan menyebabkan bencana dikemudian hari.
"Teori Chaos" adalah teori yang berkenaan dengan sistem yang tidak teratur seperti awan, pohon, garis pantai, ombak dll : random, tidak teratur dan anarkis. Namun bila dilakukan pembagian (fraksi) atas bagian-bagian yang kecil, maka sistem yang besar yang tidak teratur ini didapati sebagai pengulangan dari bagian-bagian yang teratur. Secara statistik: Chaos adalah kelakuan stokastik dari sistem yang deterministik. Sistem yang deterministik (sederhana, satu solusi) bila ditumpuk-tumpuk akan menjadi sistem yang stokastik (rumit, solusi banyak).

Anak-anak hijau dari Woolpit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Papan tanda desa yang menggambarkan dua anak-anak berkulit hijau, dipancangkan tahun 1977.[1]
Anak-anak berkulit hijau dikisahkan muncul di Woolpit di Suffolk, Inggris, sekitar abad ke-12, kemungkinan selama masa pemerintahan Raja Stephen. Anak-anak tersebut, laki-laki dan perempuan, secara umum berpenampilan biasa kecuali kulitnya yang berwarna hijau. Mereka berbicara dalam bahasa yang tidak diketahui, dan hanya mau memakan kacang hijau. Akhirnya mereka belajar makan makanan lainnya dan warna hijau kulit mereka memudar, namun si anak lelaki menjadi sakit-sakitan dan meninggal tak lama setelah mereka dibaptis. Anak yang perempuan memulai hidup barunya, tetapi ia dianggap "agak bebas dan serampangan dalam bertingkah."[2] Setelah ia belajar berbahasa Inggris, si anak perempuan menjelaskan bahwa ia dan saudaranya berasal dari Negeri St Martin, dunia bawah tanah yang penghuninya berwarna hijau.
Catatan agak kontemporer hanya terkandung dalam Chronicum Anglicanum karya Ralph dari Coggeshall dan Historia rerum Anglicarum karya William dari Newburgh, masing-masing ditulis sekitar tahun 1189 dan 1220. Antara masa itu dan penemuan kembali kisah itu pada pertengahan abad ke-19, anak-anak berkulit hijau tampaknya hanya muncul dalam karya Uskup Francis Godwin, The Man in the Moone, yang menceritakan catatan William dari Newburgh.[3]
Dua pendekatan telah mendominasi penjelasan tentang kisah anak-anak hijau: bahwa itu adalah cerita rakyat yang menggambarkan perjumpaan khayalan dengan penghuni dari dunia lain, kemungkinan dari bawah tanah atau bahkan kehidupan dari luar angkasa, atau itu merupakan kisah peristiwa sejarah yang diputarbalikkan. Kisah itu diakui sebagai kisah fantasi ideal oleh penyair anarkis dan kritikus Herbert Read dalam English Prose Style karyanya, diterbitkan tahun 1931. Kisah itu memberi inspirasi dalam satu-satunya novel karyanya, The Green Child, ditulis tahun 1934.

Selasa, 19 Juni 2012

Aktual sastra

Berkaitan dengan sastra remaja dan pembelajarannya, Hartley (2007)
menjelaskan, bahwa ketika sastra lebih didekati sebagai karya yang penuh dengan
pengalaman kehidupan dari pada sebagai pengalaman estetik, akan berpotensi untuk
mempengaruhi banyak individu sebagai pembacanya, utamanya remaja. Melalui sastra,
pembaca remaja dapat menemukan pengalaman hidup, membuat konkretisasi dan
penyadaran melalui kekuatan sebuah bentuk seni yang luar biasa hebatnya. Siswa yang
telah membaca sastra dan mampu mengkreasikan kembali teks sastra yang dibacanya itu,
akan sulit terlepas dari pengaruhnya.
Asher (2007) menyampaikan, bahwa cerita kehidupan yang disajikan dalam teks
sastra mengenai tempat dan status manusia di tengah masyarakat, juga semua
pengalaman manusia tentang dunia, dapat membantu siswa remaja untuk mencapai
pemahaman tentang kehidupan dengan lintas ruang, lintas generasi, lintas waktu, dan
lintas samudra. Karena itu, menurut Ford (2007), melalui membaca karya sastra remaja,
siswa dapat memperoleh pengalaman menarik tentang kehidupan, sekaligus pengetahuan
akademik dan konsep disiplin ilmu lain, seperti ilmu pengetahuan alam, matematika, dan
ilmu sosial, melalui pendekatan membaca yang berbeda dari yang biasa digunakan, yaitu
bentuk bacaan yang lebih familiar. Dengan membaca karya sastra remaja, siswa dapat
melihat bagaimana sastra dapat berjalan dan berhubungan dengan bidang ilmu akademik.
Menurut Dail (2007),
teks sastra remaja ada beragam jenisnya, mulai dari logo baju, lirik lagu, musik, majalah,
bahkan situs atau website. Jakob Sumardjo dan Burhan Nurgiyantoro (1982: 45-48;
2002: 16-22); membagi sastra fiksi menjadi dua jenis, yakni sastra literer dan sastra
populer atau sastra serius dan hiburan. Sastra literer adalah sastra yang memiliki bobot

ga tau

Ternyata disela-sela pekerjaan yang bejibun dan office hour sebagai Marketing Analyst yang sangat mengikat, bisnis Oriflame melalui d'BCN ini sangat amat membantu aku sebagai pekerja and work at home mother wanna be. 
 Yup! keinginan ku simple kok, pingin selalu ada disisi anak-anak disaat susah dan seneng pastinya, dimana pinginnya aku adalah orang yang pertama mereka cari kalau ada masalah, sedih, ataupun bahagia tanpa bingung soal finansial tentunya. Itu yang gak bisa aku punya saat ini dengan tuntutan pekerjaan dengan peraturan office hour atau jam kerja yang mengikat.
Gimana menuju keinginan itu? insyaAllah saat ini aku sudah ada di kendaraan yang tepat, iya Oriflame bersama d'BCN adalah kendaraan yang tepat untuk aku menuju mimpiku menjadi ibu "tajir", dalam hal emosional maupun finansial yaaa ;-)
 Alhamdullilah dengan sistem secara online dan offline ini sangat membantu aku dalam menjalankan bisnis Oriflame-ku. Sama sekali tidak mengganggu pekerjaan di kantor.
Yang penting menurutku kita harus konsisten menjalankannya dan harus punya MIMPI. Hasilnya dalam jangka waktu setahun tepat aku berada di posisi Senior Manager 21% dan aku sangat yakin akan terus naik dan naik dan naik lagi insyaAllah. Aku sudah membayangkan dalam waktu 5 tahun lagi aku akan ada di rumah bersama anak-anakku, pergi jalan-jalan kemana mereka mau, kapan mereka mau insyaAllah... pokoknya will have a lots of FUN! I will be part of their Amazing life

aaaa

Ternyata disela-sela pekerjaan yang bejibun dan office hour sebagai Marketing Analyst yang sangat mengikat, bisnis Oriflame melalui d'BCN ini sangat amat membantu aku sebagai pekerja and work at home mother wanna be. 
 Yup! keinginan ku simple kok, pingin selalu ada disisi anak-anak disaat susah dan seneng pastinya, dimana pinginnya aku adalah orang yang pertama mereka cari kalau ada masalah, sedih, ataupun bahagia tanpa bingung soal finansial tentunya. Itu yang gak bisa aku punya saat ini dengan tuntutan pekerjaan dengan peraturan office hour atau jam kerja yang mengikat.
Gimana menuju keinginan itu? insyaAllah saat ini aku sudah ada di kendaraan yang tepat, iya Oriflame bersama d'BCN adalah kendaraan yang tepat untuk aku menuju mimpiku menjadi ibu "tajir", dalam hal emosional maupun finansial yaaa ;-) 
 Alhamdullilah dengan sistem secara online dan offline ini sangat membantu aku dalam menjalankan bisnis Oriflame-ku. Sama sekali tidak mengganggu pekerjaan di kantor.
gunung opoiki
Yang penting menurutku kita harus konsisten menjalankannya dan harus punya MIMPI. Hasilnya dalam jangka waktu setahun tepat aku berada di posisi Senior Manager 21% dan aku sangat yakin akan terus naik dan naik dan naik lagi insyaAllah. Aku sudah membayangkan dalam waktu 5 tahun lagi aku akan ada di rumah bersama anak-anakku, pergi jalan-jalan kemana mereka mau, kapan mereka mau insyaAllah... pokoknya will have a lots of FUN! I will be part of their Amazing life